Motif: Trumtum Kawung
Filosofi Motif:
Motif Truntum Kawung melambangkan ketulusan cinta yang tumbuh beriringan dengan pengendalian diri dan kebijaksanaan. Truntum dimaknai sebagai cinta yang bersemi kembali—setia, sederhana, dan terpelihara dalam keheningan—sementara kawung melambangkan kesucian hati, keseimbangan hidup, serta kemampuan menjaga diri dari hawa nafsu.
Perpaduan kedua motif ini mencerminkan pribadi yang matang secara batin: lembut dalam rasa, teguh dalam prinsip, dan adil dalam bersikap. Truntum Kawung menjadi simbol harmoni antara kasih sayang dan keteguhan moral, sangat selaras dengan nilai-nilai luhur keraton Jawa.
Motif ini kerap dimaknai sebagai doa akan kehidupan yang tentram, berwibawa, dan penuh keikhlasan—sepi ing pamrih, rame ing gawe.






