Motif: Cendrawasih Kembar Mandala
Filosofi:
Motif Cendrawasih Kembar Mandala menggambarkan laku hidup utama dalam pandangan Jawa: rukun, seimbang, dan tertata. Sepasang burung cendrawasih yang berhadap-hadapan melambangkan keselarasan cipta, rasa, dan karsa, yakni kesatuan antara pikiran, perasaan, dan kehendak dalam diri seorang lelaki yang telah matang batinnya.
Bentuk mandala di pusat motif dimaknai sebagai pusat jagad, tempat manusia menata diri agar tetap teguh pada paugeran dan tidak goyah oleh gejolak dunia. Ornamen yang simetris menegaskan nilai tata krama, pengendalian diri, serta kewibawaan yang lahir dari ketenangan, bukan dari kekuasaan.
Motif ini secara tradisi mencerminkan pribadi berwatak ksatria—tegas namun lembut, kuat namun tidak kasar, serta memegang kehormatan sebagai dasar tindakannya.






