Motif: Sardula Wibawa
Filosofi:
Sardula dalam khazanah Jawa–Sansekerta merujuk pada harimau sakral, penjaga arah dan simbol kekuatan adiluhung. Ia bukan sekadar binatang buas, melainkan penjelmaan daya ksatria—tenang, berani, dan berwibawa.
Motif Sardula Wibawa melambangkan kepemimpinan yang teguh, keberanian yang terkendali, serta kewibawaan yang lahir dari ketertiban batin. Sosok harimau digambarkan berdiri kokoh di tengah bidang, menandakan pusat kuasa dan kesiapsiagaan menjaga kehormatan.
Isen klasik di sekelilingnya menjadi perlambang jagad dan paugeran, bahwa kekuatan sejati selalu berjalan seiring dengan adat, etika, dan tanggung jawab.
Motif ini mencerminkan lelaki satrya pinandhita: kuat dalam sikap, jernih dalam pikir, dan mantap dalam laku.






